Tutorial : PHP Dasar

April 20, 2011

Daripada dibuang, mending diupload, siapa tahu ada yang butuh🙂 . Silakan download bagi yang membutuhkan tutorial dasar PHP🙂 . Sebenernya tutorial ini saya buat untuk keperluan training PHP, isinya sangat basic jadi bagi yang sudah expert di PHP mungkin isi dari tutorial ini sudah di luar kepala😀 . Tutorial ini menggunakan MySql untuk database.

Why PHP ?

Logo PHP

Read the rest of this entry »


Aptitude

April 13, 2011

judul yang sangat singkat🙂 . karena saya bingung mau ngasih judul apa, akhirnya saya kasih judul dengan nama aplikasi yang akan saya bahas. Yup, it’s Aptitude. bagi yang gak tau apa itu aptitude dengan senang hati saya copas pengertian berikut dari wikipedia

aptitude is a front-end to the Advanced Packaging Tool (APT). It displays a list of software packages and allows the user to interactively pick packages to install or remove. It has an especially powerful search system utilizing flexible search patterns. It was initially created for Debian, but has appeared in RPM-based distributions as well (such as Conectiva).

aptitude is based on the ncurses computer terminal library, with which it provides an interface that incorporates some elements commonly seen in graphical user interfaces (GUIs) (such as pull-down menus).

In addition to the ncurses interface, aptitude provides an extensive command line interface (CLI). Even though aptitude is a single executable, it provides CLI functionality similar to that of apt- family of tools (apt-get, apt-cache, apt-listchanges, etc.). Aptitude also emulates most apt-get command line options, allowing it to act as a drop-in replacement for some of the apt-get usages. Newer versions also come with a GTK+ interface.

Aptitude merupakan salah satu front-end/interface dari APT yang digunakan untuk install/remove package di Linux, utamanya Debian dan turunannya. Aptitude bukan satu-satunya front-end dari APT, masih ada apt-get yang legendaris dan masih paling banyak digunakan saat ini. Aptitude dibuat sebagai successor apt-get, dibuat dengan interface yang well-designed dan command yang lebih simple dan clean. Saya sendiri lebih prefer menggunakan aptitude daripada apt-get, selain karena syntax command yang lebih praktis, aptitude menyediakan mekanisme uninstall package yang elegan dan hasil yang bersih dalam proses remove package. Walaupun hal ini sudah diantisipasi oleh apt-get dengan jurus apt-get autoremove, saya merasa lebih percaya pada kemampuan aptitude remove untuk membersihkan file-file sisa instalasi.

Di Ubuntu yang saya pake, Maverick, aptitude tidak include secara default. Kita bisa menginstall aptitude dengan menggunakan

~$ apt-get install aptitude

Bagi anda yang berminat menggunakan aptitude sebagai alternatif dari apt-get, berikut saya sertakan syntax dalam aptitude berserta perbandingannya dengan apt-get

feature apt-get command aptitude command
fullscreen interface N/A aptitude
install package apt-get install ‘pkgname’ aptitude install ‘pkgname’
remove package apt-get remove ‘pkgname’ aptitude remove ‘pkgname’
purge package (removes package
and installation files)
apt-get –purge remove ‘pkgname’ aptitude purge ‘pkgname’
upgrade installed packages apt-get upgrade aptitude upgrade
upgrade installed packages
even if other packages
must be removed
apt-get dist-upgrade aptitude dist-upgrade
show package details (apt-cache show ‘pkgname’) aptitude show ‘pkgname’
search for packages (apt-file ‘searchpattern’) aptitude search ‘searchpattern’
delete installation files apt-get clean aptitude clean
delete obsolete installation files apt-get autoclean aptitude autoclean
update local cache of
available packages
apt-get update aptitude update
Show package details apt-get show ‘pkgname’ aptitude show ‘pkgname’
Retain the current version
of a package going forward
N/A aptitude hold pkgname
Clear the hold on a
package from
‘aptitude hold pkgname’ command
N/A aptitude unhold pkgname
List reverse dependencies apt-cache rdepends packagename aptitude -D packagename
super cow powers apt-get moo aptitude -v[v[v[v[v]]]] moo

Sumber : http://www.andrewault.net/2010/05/03/aptitude-vs-apt-get-comparison-2/


Pencil : Membuat GUI Story Board dengan Add on Firefox

April 9, 2011

Membuat GUI Story board merupakan salah satu tahapan yang bisa dibilang ‘wajib’ dalam proses desain suatu aplikasi. Tahapan membuat GUI Story board ini biasanya dilakukan sesaat setelah tahapan user requirement selesai dilakukan. GSB sendiri memiliki banyak sekali manfaat dalam sebuah life cycle pembuatan software. Dari sisi programmer, programmer jelas akan mempunyai gambaran aplikasi yang nantinya akan mereka coding, minimal tidak buta arah saat coding🙂, GSB juga membantu customer dalam melihat gambaran aplikasi yang akan dibuat dan membantu mereka untuk melakukan revisi.

Ada banyak sekali aplikasi/tools yang bisa digunakan untuk membuat GSB, mulai dari Enterprise Architect (comersil) ataupun GUI Design Studio (comersil juga :D), dan yang akan saya bahas disini adalah sebuah addons firefox yang bernama Pencil. Untuk sebuah ukuran dari suatu add ons firefox, Pencil terbilang sangat lengkap fitur, bagus dan sukses dalam membantu saya membuat GSB.

Pencil

Read the rest of this entry »


R-Kiosk : Extension untuk Firefox Kiosk

September 11, 2010

Baru-baru ini saya mendapat project yang sedikit berbeda dari project sebelumnya karena dalam project ini terdapat beberapa requirement yang bagi saya merupakan hal yang baru meskipun project ini juga membangun sebuah Web Based Application, like my previous projects. Salah satu request dari supervisor saya adalah : “Pokoknya si admin, operator, ma client  cuma bisa klik ini dan itu, matikan semua fungsi lainnya yang gak ada hubungannya ma behaviour admin, operator, ma client, termasuk right-click mouse, windows shortcut hotkey, etc) ” . Setelah browsing sana browsing sini, nanya kanan kiri (thanks to Rosyid, http://xfree.wordpress.com atas cluenya , R-Kiosk) akhirnya berlabuhlah saya disini https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/1659/ yang akhirnya tuntas menyelesaikan masalah saya.

firefox-logo

Read the rest of this entry »


USBWebserver : Apache and MySQL portable

November 2, 2009

Salah satu hal yang paling menyebalkan saat saya beberapa kali memberi pelatihan tentang web adalah masalah web server dan database (xampp). Terkadang komputer yang dipakai buat pelatihan belum terinstall xampp, terkadang pula xampp sudah terinstall namun error. Error bisa terjadi karena beberapa sebab, diantaranya adalah port yang digunakan apache sudah terpakai, file corrupt, maupun masalah-masalah kecil lainnya yang tentunya sangat merepotkan saya dan jelas membuang-buang waktu. Pernah suatu ketika, saya dan beberapa teman menghabiskan waktu hampir satu jam hanya untuk menginstall dan mengkonfigurasi xampp. Belum lagi terkadang xampp mengalami gangguan yang disebabkan masalah-masalah yang telah saya sebutkan diatas.

Dan pada suatu kesempatan, ada seorang rekan yang memberi saya suatu solusi yang saya rasa cukup manjur, yaitu USBWebserver. Apa itu USBWebserver ? Pada dasarnya, USBWebserver sama dengan xampp. Yaitu paket software yang terdiri dari Apache webserver dan  MySQL Database yang sudah dibundling dalam satu installer sehingga kita dapat secara mudah menggunakan apache maupun mysql tanpa menginstallnya satu persatu dan mengkonfigurasinya. Yang membedakannya dengan xampp biasa adalah masalah portabilitasnya.

usb1

Read the rest of this entry »


Yii , The Fastest PHP Framework

October 31, 2009

Bagi yang suka oprek-oprek framework web, terutama framework php, pasti kenal sama framework yang satu ini. Yes,, that’s Yii, yang di awal kemunculannya cukup mengguncangkan dunia framework karena diklaim sebagai framework tercepat mengalahkan Code Igniter yang selama ini tercatat sebagai framework paling banter. Hasil benchamark dapat dilihat disini.

148uiu

Read the rest of this entry »


Apakah ada yang salah dengan software yang tidak open source ?

October 30, 2009

Jika mendengar kata ‘software propietary’ mungkin yang langsung terlintas di pikiran kita adalah kata-kata seperti membayar, mahal, tidak open source, atau mungkin.. kapitalis. Dan jika membaca judul diatas, mungkin temen-temen semua akan berpikiran kalo tulisan ini adalah sebuah pembelaan terhadap software proprietary. Dan bahkan mungkin temen-temen akan berpendapat bahwa saya adalah orang yang membenci produk open source dan pendukung-pendukungnya.  Saya yakinkan bahwa hal-hal seperti itu yang mungkin hinggap di benak anda adalah tidak benar. Tulisan ini hanya bertujuan untuk membuka pikiran kita semua, termasuk saya, agar kita semua tidak menutup diri dengan yang namanya software proprietary, yang justru membuat sikap kita tidak sesuai dengan filosofi open source itu sendiri yang mengedepankan sifat ‘keterbukaan’. Hal ini penting dilakukan karena tidak sedikit orang yang berkoar-koar menghimbau kita supaya pikiran kita ‘terbuka’ dan tidak tergantung terhadap suatu platform , akan tetapi,  dia sendiri secara tidak sadar telah tergantung terhadap suatu platform dan telah menutup diri dari platform lain.  Lalu, apa gunanya mereka menghimbau kita untuk bersikap ‘terbuka’ dan tidak bergantung pada suatu platform, sementara mereka sendiri anti terhadap platform lain selain platform yang mereka gunakan. Bukankah justru mereka yang bersikap ‘tidak terbuka’ dan memiliki ketergantungan terhadap suatu platform ?? Bukankah justru mereka yang menyingkirkan sifat ‘keterbukaan’ dari paham open source dalam diri mereka ???

 

Read the rest of this entry »