Masa depan Open Source di Indonesia

Malam minggu yang sepi menurutku.. sendirian di depan komputer muter lagu gak jelas.. Udah 3 jam di depan komputer tapi masih bingung mau apa. Mau belajar tapi otak lagi gak ON,  mau pergi tapi gak ada yang bisa diajak pergi.. maklum gak punya pacar. Bingung, sumpek, dan kesepian ,, itulah kondisiku saat ini. Segera saja kuambil kunci motor dan tas kecil kesayangan, kutancapkan gas dan berkeliling kota. Kususuri jalanan sepi menuju ke tengah kota, belok Taman Bungkul.  Beuuhh,, gak malah tenang malah bikin hati tambah miris.. Taman Bungkul dipenuhi pasangan, entah itu pasangan kekasih, pasangan homo, maupun lesbi yang cangkruk gak jelas di jalanan taman kayak pengemis.. Hwakaka..

Pikiran saat itu cuma satu, putar balik ke kampus, duduk manis di depan komputer di LPSI dan berkelana di dunia maya.

sampe di LPSI, nyalain kompie dan buka email. Mataku tertuju ke satu email yang cukup menarik, email dari milis di linux.or.id yang dikirim pak Rusmanto untuk menaggapi email dari Pak Onno, berikut petikannya :


//–>>awal

Onno W. Purbo wrote:

Berani orek-orek strategic plan di Wiki?
biar bisa rame-rame di obok-obok

Ada strategi yang terlewat dari tulisan kang Onno,
yaitu ‘menaklukkan’ RI-1.
Kang Onno memberi solusi dengan beberapa Keputusan Menteri.
Itu semua tidak jalan kalau RI-1 tidak mendukung.
Artinya kang Onno harus jadi RI-1 untuk menjalankan strategi itu.🙂

Contoh nyata saat ini, ada IGOS yg dimotori Ristek dan Kominfo,
tapi tetap saja departemen-departemen lainnya yang besar-besar
memilih solusi proprietary.

Isu yang diangkat om Frans Thamura di milis Roadshow Linux
untuk Pendidikan Indonesia (http://roadshow.ypli.or.id),
Depdiknas akan melakukan tender Rp 5 milyar untuk beli
produk proprietary sebagai software sekolah,
padahal sangat jelas dan dijamin bisa
FOSS itu memenuhi kebutuhan pendidikan.

Itu baru diknas dan itu baru sekolah (kalau benar).

Saya mimpi buruk malam ini, kedatangan om Bill hari ini
akan berdampak seluruh komputer pemerintah
‘dipaksa’ menggunakan produk-produk MS.
Indonesia miskin (katanya) tapi Indonesia bisa ‘dibantu’
bank dunia atau bank-bank lainnya untuk (kembali) berhutang.😦
BBM naik, harga-harga kebutuhan pokok naik, rakyat semkin miskin,
hutang rakyat semakin bertambah…hanya untuk beli barang
yang sebenarnya kita sendiri sudah punya.

Semoga mimpi saya malam ini hanyalah sebuah mimpi.🙂
Rus

//–>>akhir

What the hell .. ?? Gimana negara ini bisa maju kalo pemerintahnya aja g*b*** kayak gitu. Bayangin aja, uang 5 Milyar yang semestinya tidak perlu dikucurkan, malah dibuat beli software yang notabenenya bisa diganti dengan alternatif lainnya yang lebih murah bahkan gratis. 5 Milyar bung !! cukup buat perbaikan sekolah yang mau ambruk nibani siswa di Jawa Timur. Dan itu baru awal, belum kelanjutannya ke depan.  Kenapa mereka gak mau berkorban sedikit waktu aja buat nyoba Linux, belajar ngetik pake Open Office, muter lagu pake VLC, and ngenet pake Mozilla.

Harus kuakui memang, klo racun software proprietary terutama produk Microsoft begitu meracuni setiap aliran darah orang di Indonesia. Jangankan orang non-IT, orang IT aja banyak yang gak sanggup beralih ke software Open Source. Alasan mereka cuma satu, ‘GAMPANG‘. Bas***d, dan mereka sendiri ngakui belum pernah nyoba Linux atau sekedar ngetik pake Open Office. Padahal software proprietary mereka juga Pirate Edition semua

Sering sekali aku berdebat dengan temanku yang notabenenya adalah Mahasiswa IT di Intitut ternama di Surabaya, temanku yang satu ini begitu cinta mati dengan Microsoft sampai-sampai dia mau muntah jika kusebut kata ‘Open Source’. Berikut petikan percakapanku dengannya saat kita asyik nongkrong berdua :

entung : ‘gimana wis kamu coba Ubuntu yang aku kasih ke kamu’
temen  : ‘gak wis, takut terjadi apa-apa sama WindowsQ’
entung : ‘lho itu LiveCD, gak usah diinstall, coba’in aja. Coba otak-atik foldernya kek, atau Open Officenya’
temen  : ‘wis gak tung. Gak tertarik, pake Windows aja cukup’
entung : ‘gak dicoba dulu ta ?? Linux bagus loh..’
temen  : ‘yo Linux yo apik seh… tapi sek apik’an Windows. Linux sulit’

beuuhh, nyobain aja gak pernah udah bilang sulit … itulah fenomena yang terjadi saat ini. Linux masih dicap seperti dulu : sulit dan gak manusiawi. Oh my God.. teknologi terus berkembang men.. Para pengembang Linux di dunia ini juga tau itu. Linux udah gak kayak dulu lagi, yang digambarkan dengan sebuah OS dengan layar hitam putih dimana untuk buka file aja perlu ngetik command. Makanya dibuatlah GUI yang sekarang gak kalah gampangnya dengan Windows.

Faktor lainnya adalah invansi dari Microsoft itu sendiri yang begitu dahsyat, simak kutipan artikel dari Linux.or.id sebagai berikut :

//–>>awal

Invasi Microsoft

Hari ini jam setengah sebelas malem, saat OL ada temen lama aku yang lagi OL juga, sebut saja Fedora. Dia temen satu kampus tapi beda jurusan. Dia mahasiswa jurusan ilmu komputer sedangkan aku di teknik metalurgi. Nah, kebetulan dia OL aku mau nanya sama dia tentang perkembangan Linux di jurusannya. Berikut hasil YM kami :

alfaromeo: fedora,
alfaromeo: di jurusan lo ada komunitas linux ga?
fedora: ada
fedora: tapi anggotanya udah pada ilang
fedora: :p
alfaromeo: kenapa ilang?
fedora: dah gak ada yg minat lg
alfaromeo: kenapa gitu?
fedora: au
fedora: kebanyakan invasi microsoft
fedora: jadi pada tertarik ma product microsoft
fedora: :p
alfaromeo: di jurusan lo lagi rame apa?
fedora: gak tau juga
fedora: :p
alfaromeo: gw gabung linux indo fe
fedora: bagus dong
fedora: gw gak tau knp sih
fedora: gak gitu minat ama linux
fedora: :p
alfaromeo: kenapa ya fe?
alfaromeo: padahal kambing.ui.edu kan lumayan exist
fedora: iya itu dia
fedora: skrng dosen yang ngurusin kambing dah mo resign dari ui
fedora: soalnya beliau merasa komunitas open source di fasilkom dah hampir punah
alfaromeo: ah parah banget
fedora: jadi kayaknya beliau mo nyari tempat yg lebih banyak orang tertarik sama open source
alfaromeo: dosen nya syp namanya fe?
fedora: pak rahmat samik m ibrahim
fedora: di panggil pak ibam
alfaromeo: arab y?
fedora: gak tau deh
fedora: kayaknya sih ada bakat
fedora: :p
alfaromeo: invasi microsoft nya seperti apa fe?
fedora: belakangan ini microsoft banyak ngasih dana+bantuan ke fasilkom
fedora: kayak kompi2 baru, software gratis
fedora: project2 berduit
fedora: dan lain2
fedora: :p
alfaromeo: pak ibam juga ngajar lo?
fedora: dulu
fedora: operating system
alfaromeo: dia kan ketua vLSM.org
fedora: iya
fedora: dah belasan taun ngabdi di fasilkom
fedora: tapi katanya kesejahteraan dia gitu2 aja
fedora: ~klo gak salah, denger dari pak ibam langsung
fedora: :p
alfaromeo: parah ya fe
fedora: yah,, gitu deh
alfaromeo: ada tuh bahan2 mata kuliah nya
alfaromeo: update februari 2008
fedora: tiap taun diupdate
alfaromeo: o0o
fedora: eh, gw off dulu ya al
alfaromeo: knp?
fedora: mo nyiapin laporan skripsi buat besok
fedora: :p
fedora: wassalamualaikum

Nah, kira-kira begitu bro yang terjadi di kampus aku. Oia, coba googling aja “rahmat sabik m ibrahim” ada banyak keterangan tentang beliau sekitar 6,320 link. Kayanya juga deket deh sama kang Onno. Ini web nya http://www.vlsm.org/.

//–>akhir

Udah tau kan bagaimana parahnya Open Movement di Indonesia saat ini.

Sekarang, pilihan ada di tangan kita,  hidup adalah pilihan,,

Bagaimana pilihanmu ??

^ ^

2 Responses to Masa depan Open Source di Indonesia

  1. Kiki Ahmadi says:

    hmmm

    saya pilih netbeans 6, eclipse suropa, web server Apache Tomcat, app server Glassfish

    development stack Spring, Struts, Hibernate, ExtJs

    database server Postgresql , Mysql..

    loh????

    Open Source semua ?

    hehehehhehehehe

    : )

  2. Frans Thamura says:

    selamat mimpi buruk

    bayangin 41 juta orang di indo yg gak bisa makan, mimpi mereka lebih gila lagi

    sampai pada gantung diri..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: